Surabaya, NU Online
Potensi ekonomi NU sebenarnya sangat besar. Hanya saja yang harus ditingkatkan adalah koordinasi agar kelembagaan ekonomi dapat dikelola dengan baik. Hal tersebut disampaikan Sekretaris PWNU Jatim, Akh Muzakki pada Rapat Koordinasi atau Rakor PW Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur. Kegiatan yang mengambil tema “Kontribusi Nahdlatul Ulama dalam Perekonomian Modern” itu diselenggarakan di aula Salsabila, Kantor PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya, Kamis (22/9).
Menurut Akh Muzakki, tugas berat yang harus diemban NU adalah menggarap potensi ekonomi warga dengan lebih serius. Bagi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan Fisip Uin Sunan Ampel Surabaya ini, “Potensi bisnis warga NU sangat perlu digarap,” katanya. Sebab selama ini polanya masih menggunakan model auto pilot alias berjalan sendiri, sehingga ┬ábelum terorganisir dengan rapi dan modern. Diharapkan lewat Rakor ini, sejumlah potensi tersebut bisa digarap dengan cepat, lanjutnya.
Akh Muzakki yang juga sebagai Sekretaris PWNU Jatim itu mengingatkan bahwa manfaat serta tujuan Rakor adalah untuk meningkatkan koordinasi agar kelembagaan ekonomi NU terkelola dengan baik.
Selama rapat tersebut dibahas rencana strategis perekonomian NU di Jawa Timur, di antaranya dalam waktu dekat LPNU akan melakukan pendataan potensi bisnis warga NU. Juga menghidupkan jejaring bisnis dengan pola distribusi dan gerakan Ayo Beli Produk Warga NU.
Peserta dari Koperasi Syirkah Mu’awanah Kabupaten Malang memberikan dorongan agar proses pengelolaan bisnis warga NU terutama di sektor UMKM perlu didorong untuk dikembangkan lebih lanjut. Baginya ada sejumlah produksi yang layak dijadikan sebagai produk andalan. “Seperti produksi kecap, garam beryodium, bola sepak dan sebagainya sebagai produk unggulan ekonomi NU Jawa Timur,” katanya.
Peserta dari Bank Jatim memberikan usul konkrit. “Jika perlu kita dirikan jaringan distribusi produk NU ke seluruh Jawa Timur dengan sistem ritel dan lain sebagainya,” ┬ákata Purbo dari Bank Jatim Syariah.
Dapat dipastikan sejumlah lembaga keungan akan mendukung  pengembangan bisnis warga NU sebagai pihak ketiga atau penyedia modal. Menurutnya, yang terpenting dalam pengembangan usaha nantinya adalah UMKM harus memulai pencatan dan admisnitrasi dalam proses bisnis.
Di akhir rapat, Marhen Jumadi selaku Wakil Ketua PW LPNU Jawa Timur bertekad mengajak para ketua cabang untuk segera membuat branding produk warga NU seperti jahe merah, laos, untuk dijadikan bisnis ekspor. “Yang paling penting adalah LPNU harus bergerak secara ikhlas dan profesional terlebih lagi jika PWNU mengajak warganya dengan jargon Bangga, Bela dan Beli Produk Warga NU,” katanya.
Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Sekretaris Koordinator Bidang Perekonomian KH Misbahul Munir bersama Pimpinan Bank Jatim Syariah Purboyo bidang bisnis, Vivi dari Kantor Cabang Pembantu MER Surabaya, dan Direktur Travel Umroh dan Haji Plus PT NU Wisata, Paryono Nur Abdillah. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)
dinukil dari http://www.nu.or.id/post/read/81453/tugas-berat-nu-garap-potensi-ekonomi-nahdliyin-dengan-serius
adminNasionalSurabaya, NU Online Potensi ekonomi NU sebenarnya sangat besar. Hanya saja yang harus ditingkatkan adalah koordinasi agar kelembagaan ekonomi dapat dikelola dengan baik. Hal tersebut disampaikan Sekretaris PWNU Jatim, Akh Muzakki pada Rapat Koordinasi atau Rakor PW Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur. Kegiatan yang mengambil tema 'Kontribusi Nahdlatul...Mewujudkan Islam rahmatan lil Alamin